{"id":358,"date":"2021-05-05T13:14:35","date_gmt":"2021-05-05T13:14:35","guid":{"rendered":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/65"},"modified":"2021-05-05T13:14:35","modified_gmt":"2021-05-05T13:14:35","slug":"masalah-isu-dan-strategi-kalurahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/2021\/05\/05\/masalah-isu-dan-strategi-kalurahan\/","title":{"rendered":"Masalah Isu dan Strategi Kalurahan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Identifi<\/strong> <strong>kasi\/<\/strong> <strong>Penggalian<\/strong><\/p>\n<p>Dari berbagai metode tersebut, maka didapatkan berbagai potensi dan permasalahan yang ada di Kalurahan Caturtunggal sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pendidikan merupakan simbol dari Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang berpendidikan merupakan SDM yang berkualitas. Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan, terutama menyangkut masalah biaya sekolah. Sehingga dilema pendidikan sering dialami oleh penduduk tingkat bawah.<\/p>\n<p>Hal ini kemudian memunculkan permasalahan pengangguran, karena sebenarnya mereka merupakan usia produktif. Banyak dari mereka yang hanya bekerja seadanya. Masalah pendidikan yang rendah ini juga berpengaruh terhadap jiwa kewirausahaan. Semakin minim pendidikan seseorang, maka biasanya jiwa kewirausahaannya juga semakin rendah, sehingga sangat sulit untuk membangun perekonomian.<\/p>\n<p>Bidang pendidikan merupakan bagian dari RPJM-Kalurahan karena pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, dalam penyusunan perencanaan pembangunan, perlu memperhatikan berbagai persoalan mengenai aspek pendidikan. Secara makro, kondisi pendidikan masyarakat di Kalurahan Caturtunggal sudah cukup baik. Namun dari hasil observasi dan <em>indepth interview<\/em>, secara mikro bidang pendidikan di Kalurahan Caturtunggal masih mempunyai banyak masalah. Sebagian besar masalah yang ada adalah mengenai beratnya biaya pendididkan.<\/p>\n<p>Dari berbagai masalah yang ada, dapat dilihat pula berbagai potensi ataupun peluang yang diperkirakan dapat mengatasi masalah yang terjadi. Salah satunya adalah adanya bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), yang diharapkan mampu mengurangi tingkat putus sekolah bagi penduduk miskin. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah pendidikan di Kalurahan&nbsp; Caturtunggal, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>3<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Pendidikan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"564\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>No<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p><strong>Permasalahan<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>1<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Banyak Perguruan Tinggi akan tetapi biaya untuk kuliah mahal<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Minat unuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi cukup besar<\/p>\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait<\/p>\n<p>Bantuan dana dari donatur<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>2<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Mahalnya program bimbingan belajar<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Lahan dan tempat tersedia<\/p>\n<p>Tersedia sumber daya manusia sebagai tentor<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>3<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Perpustakaan Jarang<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Lahan dan tempat tersedia .<\/p>\n<p>Bantuan buku dari penerbit.<\/p>\n<p>Swadaya masyarakat.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>4<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Peraturan tentang jam belajar Masyarakat belum dipatuhi oleh masyarakat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Lahan dan tempat tersedia untuk pembuatan papan jam belajar masyarakat.<\/p>\n<p>Partisipasi masyarakat terutama pengurus RT, RW untuk mendukung program.<\/p>\n<p>Adanya jam belajar masyarakat sampai tingkat RT.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>5<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Sebagian besar warga Masyarakat sampai di tingkat SMA yang mengakibatkan :<\/p>\n<p>Tidak memiliki keahlian khusus<\/p>\n<p>Sulit mendapatkan pekerjaan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tinggi<\/p>\n<p>Jarak sekolah dengan Padukuhan dekat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>6<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Masalah fasilitas sekolah :<\/p>\n<p>TK &nbsp;&nbsp;&nbsp;: tempat bermain<\/p>\n<p>SD : sarana dan prasarana (komputer, meja, kursi, papan tulis, perpustakaan)<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Kualitas pendidikan cukup baik.<\/p>\n<p>Ada dana dari Komite Sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>7<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Biaya sekolah : kemampuan masyarakat yang masih tergolong dalam tingkat ekonomi menengah<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Partisipasi&nbsp; dan minat masyarakat yang cukup tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>8<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"214\">\n<p>Kurangnya kesadaran warga akan arti penting suatu ketrampilan tertentu<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"194\">\n<p>Banyak Tempat Kursus<\/p>\n<p>Ada kesempatan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"120\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Kesehatan dan Lingkungan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kesehatan dan lingkungan merupakan dua hal yang sangat terkait erat. Sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi lingkungan yang sehat, kondusif dan nyaman akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Semakin baik kesehatan dan kualitas lingkungan suatu masyarakat maka akan berpengaruh baik juga terhadap kualitas SDM yang ada di dalamnya. Untuk itu penyusunan perencanaan pembangunan perlu memperhatikan berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan masyarakat di dalamnya.<\/p>\n<p>Secara makro, kondisi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Caturtunggal sudah cukup baik. Masalah kesehatan dan lingkungan yang masih banyak dirasakan oleh masyarakat adalah masalah MCK (Mandi Cuci Kakus) dan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah). Karena masih dijumpai beberapa keluarga yang belum mempunyai sarana MCK maupun SPAL. Berbagai masalah dan potensi dari bidang kesehatan dan lingkungan secara lebih rinci dijelaskan dalam tabel di bawah ini :<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>4<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Kesehatan dan Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"564\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>No<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p><strong>Masalah<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>1<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Masih ada lokasi\/ sudut wilayah yang dibiarkan kotor, air menggenang, kumuh, dan terpelihara<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Swadaya masyarakat cukup besar.<\/p>\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<p>Kerjabakti untuk membersihkan lingkungan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>2<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Asuransi kesehatan tidak merata<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya puskesmas pembantu<\/p>\n<p>Pengecekan kesehatan di posyandu<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>3<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Beberapa rumah belum memiliki tempat pembuangan dan peresapan limbah + sampah, sehingga membuangnya di SAH (masyarakat kurang sadar lingkungan)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<p>Adanya kemauan untuk membangun saluran pembuangan air limbah.<\/p>\n<p>Program Penyuluhan dari petugas kesehatan.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>4<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Penyuluhan Lingkungan dari Pemerintah Kalurahan<\/p>\n<p>Adanya Penyuluhan dari Kader PKK<\/p>\n<p>Penyuluhan dari kader Posyandu<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>5<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Pemberian gizi balita masih kurang.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya puskesmas pembantu<\/p>\n<p>Pengecekan kesehatan di posyandu<\/p>\n<p>Kader kesehatan puskesmas<\/p>\n<p>Terdapatnya Kader posyandu<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>6<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Pekarangan Rumah Warga Masyarakat belum terjaga kebersihannya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Kuatnya kegiatan gotong royong.<\/p>\n<p>Adanya penyuluhan dari PKK tentang pemanfaatan lahan untuk TOGA dan warung hidup.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>7<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Bak sampah belum memenuhi standar kesehatan yang benar<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\"><\/p>\n<p>Adanya semangat masyarakat untuk mengelola sampah organik dan non-organik.<\/p>\n<p>Adanya dorongan dari pemerintah untuk menjaga kebersihan dengan adanya Lomba Bersih Kampung.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>8<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"216\">\n<p>Masih terdapat penyakit pada balita.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Tidak banyak penduduk yang mendapatkan Askeskin<\/p>\n<p>Biaya kesehatan terjangkau yaitu Rp 5.000,- untuk setiap kali berobat di Puskesmas<\/p>\n<p>Ada penduduk yang mendapatkan Jamsostek.<\/p>\n<p>Banyak praktik bidan dan dekat dengan Puskesmas\/ rumah sakit<\/p>\n<p>Kesadaran kesehatan balita tinggi (imunisasi balita, penyuluhan, dll).<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Sarana dan Prasarana<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam suatu wilayah. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat menjadi faktor pendorong majunya suatu wilayah. Oleh karena itu sarana dan prasarana sangat penting untuk menjadi perhatian. Sebagian besar permasalahan di bidang sarana prasarana Kalurahan Caturtunggal yaitu belum baiknya fasilitas jalan yang merupakan denyut nadi utama transportasi meliputi perkerasan serta masih banyak jalan yang perlu di rehabilitasi akibat kerusakan seperti lubang-lubang di jalan. Jalan sebagai sendi utama dalam segala hal terutama dalam memperlancar pergerakan barang, jasa dan orang sehingga nantinya mampu untuk menggerakkan perekonomian Kalurahan.<\/p>\n<p>Jika melihat kondisi di lapangan banyak terlihat jalan yang masih berlubang. Hal ini membawa konsekuensi pada saat musim kemarau jalanan berdebu dan mengganggu aktivitas warga yang akan melewati jalan tersebut.. Selain itu pula dimungkinkan jika musim penghujan datang, maka kondisi jalan akan tergenang air dan sulit untuk dilewati kendaraan bermotor. Tentunya hal ini secara tidak langsung menghambat perekonomian Kalurahan.&nbsp; Sebenarnya jika melihat potensi yang ada, di Kalurahan Caturtunggal tersedia banyak potensi untuk memecahkan permasalahan tersebut diantaranya adalah kemampuan swadaya masyarakat cukup besar dan bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah disalurkan dengan baik. Adanya potensi yang sangat mendukung ini tentunya harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Kalurahan terutama potensi swadaya masyarakat yang cukup besar.<\/p>\n<p>Untuk lebih jelasnya mengenai masalah pendidikan di Kalurahan&nbsp; Caturtunggal, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>5<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Sarana dan Prasarana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"575\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>No<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p><strong>Masalah<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>1<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perlu pembangunan irigasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal Bagian Timur<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>2<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Saluran irigasi yang sudah ada perlu &nbsp;perbaikan dan <em>upgrading<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal Bagian Timur<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>3<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perlu pengerasan dan pembangunan jalan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>4<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Rehabilitasi dan perbaikan jalan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>5<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Dibutuhkan pembangunan saluran drainase<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>6<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perlu rehabilitasi drainase<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>7<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Pembuatan talud<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat Cukup Besar<\/p>\n<p>Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Blimbingsari,<\/p>\n<p>Santren,<\/p>\n<p>Mrican,<\/p>\n<p>Ambarukmo, Papringan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>8<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perbaikan talud<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat dukup tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Blimbingsari,<\/p>\n<p>Santren,<\/p>\n<p>Mrican,<\/p>\n<p>Ambarukmo, Papringan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>9<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Pembangunan Masjid\/ musholla<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat cukup besar<\/p>\n<p>Lahan yang tersedia cukup luas<\/p>\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>10 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>10<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perbaikan&nbsp; Masjid\/ musholla<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Swadaya masyarakat cukup besar<\/p>\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>1<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Sungai<\/p>\n<p>&#8211; Keadaan sungai yang kotor<\/p>\n<p>Sering kali, sungai digunakan untuk pembuangan sampah<\/p>\n<p>Sungai digunakan untuk MCK<\/p>\n<p>Adanya rumah di bantaran sungai<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Adanya pohon di sekitar sungai untuk mencegah erosi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Blimbingsari,<\/p>\n<p>Santren,<\/p>\n<p>Mrican,<\/p>\n<p>Ambarukmo, Papringan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>2<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Perlu kegiatan penghijauan<\/p>\n<p>Kurangnya pepohonan di sekitar sungai untuk mencegah Erosi\/ Longsor<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Sungai tersebut dapat beralih fungsi menjadi perumahan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>Blimbingsari,<\/p>\n<p>Santren,<\/p>\n<p>Mrican,<\/p>\n<p>Ambarukmo, Papringan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>3<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Belum adanya gudang untuk RW sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat inventaris warga.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Adanya dana swadaya dari manyarakat.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"39\">\n<p><strong>14<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"228\">\n<p>Pengelolaan limbah RT masih buruk karena dibuang sembarangan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"198\">\n<p>Lingkungan pedukuhan cukup bersih<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"110\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bidang sosial budaya dan kelembagaan dalam penyusunan draft RPJM Kalurahan Caturtunggal meliputi segala aspek sosial budaya dan kelembagaan yang mendampingi kehidupan masyarakat Kalurahan dalam kesehariannya, lingkungan, dan tradisi. Kalurahan Caturtunggal merupakan Kalurahan yang penuh dengan keragaman potensi sosial budaya dan kelembagaan.<\/p>\n<p>Banyak tersimpan potensi sosial budaya di Kalurahan Caturtunggal. Perspektif budaya masyarakat di Kalurahan ini masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti kenduri\/ kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan lainnya.<\/p>\n<p>Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang sosial budaya di Kalurahan Caturtunggal meliputi masih ada kesenjangan sosial dalam masyarakat, kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan, &nbsp;kurangnya kesadaran akan partisipasi untuk turut merawat bangunan publik\/ fasilitas umum, kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya, kurangnya tenaga pengajar untuk TPA.<\/p>\n<p>Sedangkan potensi kelembagaan atau kesejahteraan sosial dapat dilihat dari pemberdayaan kelembagaan yang ada di Kalurahan Caturtunggal, seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan), KPD (Kader Pembangunan Kalurahan) Karangtaruna dan PKK. Melalui lembaga-lembaga tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dengn program-programnya. Adapun jumlah pengurus LPMD Kalurahan Caturtunggal yang tercatat adalah sebanyak 20 orang, Karang Taruna adalah sebanyak 22 orang, Tim Penggerak PKK sebanyak 32, serta Kader PKK sebanyak 60 orang.<\/p>\n<p>Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang kelembagaan di Padukuhan- Padukuhan Kalurahan Caturtunggal meliputi masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif, SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif, kurang terkoordinasikannya kerjasama antar RT \/ RW dengan KKLPMD, organisasi pemuda kepengurusannya kurang Aktif, kurangnya ilmu mengenai kelembagaan..<\/p>\n<p>Dari berbagai permasalahan sosial, budaya dan kelembagaan, permasalahan yang diangkat menjadi prioritas adalah permasalahan yang paling banyak ditemukan di Padukuhan-Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal, yaitu kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya. Permasalahan tersebut berada hampir dialami di seluruh padukuhan di Kalurahan Caturtunggal. Sedangkan permasalahan prioritas kedua adalah SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif.<\/p>\n<p>Berikut tabel rincian permasalahan dan potensi di bidang sosial, budaya dan kelembagaan di Kalurahan Caturtunggal beserta lokasinya.<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>6<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Sosial Budaya Kelembagaan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table class='table table-striped'>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>No.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p><strong>Masalah<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>1.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Masih ada warga yang kurang peduli terhadap masalah sosial budaya<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Adanya organisasi kelembagaan di tingkat padukuhan : PKK, Yasinan, Muda mudi<\/p>\n<p>Adat Istiadat masih ada<\/p>\n<p>Kesenian tradisional masih dijunjung tinggi<\/p>\n<p>Solidaritas tinggi<\/p>\n<p>Gotong royong Bagus<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>2.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Organisasi kelembagaan Perkumpulan PKK, Yasinan, Muda-mudi.<\/p>\n<p>Solidariatas tinggi<\/p>\n<p>Gotong royong bagus<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>3.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurangnya tenaga pengajar untuk TPA<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Pembinaan Akhlak dan Budi Pekerti Masih sangat dibutuhkan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>4.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Masih ada kesenjangan sosial dalam masyarakat<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Organisasi kelembagaan Perkumpulan PKK, Yasinan, Muda-mudi.<\/p>\n<p>Solidariatas tinggi<\/p>\n<p>Gotong royong bagus<\/p>\n<p>Tidak ada keributan dalam padukuh maupun antar padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>5.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Terdapatnya program pelatihan dan penyuluhan tentang organisasi kepemudaan<\/p>\n<p>Jumlah pengurus yang cukup proporsional<\/p>\n<p>Struktur Pengurus lengkap<\/p>\n<p>Dukungan dari masyarakat<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>&#8211;&nbsp;&nbsp; 20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>6.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Minat masyarakat terhadap kesenian tradisional masih cukup tinggi<\/p>\n<p>Adanya program revitalisasi kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>7.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurangnya kesadaran akan partisipasi untuk turut merawat bangunan publik\/ fasilitas umum<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Terdapat beberapa struktur organisasi dalam masyarakat<\/p>\n<p>Kelompok tani<\/p>\n<p>LPMD<\/p>\n<p>RT\/RW<\/p>\n<p>PKK<\/p>\n<p>Takmir Masjid<\/p>\n<p>Adat istiadat lokal masih cukup terjaga (kenduren, mitoni, yasinan, dll)<\/p>\n<p>Diadakannya gotongroyong<\/p>\n<p>Masih tingginya rasa solidaritas warga untuk pembangunan<\/p>\n<p>Adanya seni tradisional Badui<\/p>\n<p>Adanya Qasidahan\/ Hadroh\/ Sholawatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>8.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Adanya sanggar seni<\/p>\n<p>Kesenian bernafaskan Islam masih berkembang<\/p>\n<p>Struktur kelembagaan masyarakat tersusun baik<\/p>\n<p>swadaya masyarakat untuk pembangunan Padukuhan sangat tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>9.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurang terkoordinasikannya kerjasama antar RT \/ RW dengan KKLPMD<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Adanya Kepengurusan Lengkap,<\/p>\n<p>Sering adanya Rembug Padukuhan sebagai ajang untuk menyerap aspirasi \/ Pendapat warga<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>10.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Organisasi pemuda kepengurusannya kurang jelas<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Kesadaran pemuda untuk berorganisasi cukup tinggi, sudah ada wadah bagi kegiatan pemuda.<\/p>\n<p>Mempunyai solidaritas tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>11.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kurangnya ilmu mengenai kelembagaan.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Perangkat dan sarana Padukuhan lengkap.<\/p>\n<p>Terdapat Dasawisma, PKK, LPMD, RT\/RW<\/p>\n<p>Organisasi pemuda kepengurusannya jelas.<\/p>\n<p>Terdapat anggota dari masyarakat yang aktif dalam organisasi formal di tingkat universitas. Yang dapat menularkan&nbsp; ilmu-ilmu kelembagaan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>12.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Sebagian Organisasi pasif<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Terdapat organisasi pemuda, PKK, LPMD memfokuskan pada organisir pembangunan Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>13.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kegiatan banyak yang langsung diselenggarakan di RT masing-masing<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Masyarakat relatif kompak<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">\n<p><strong>14.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"212\">\n<p>Kadang terdapat konflik dalam pemuda, terutama dengan pemuda di luar Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"195\">\n<p>Kultur masyarakat terjaga<\/p>\n<p>Kesenjangan sosial tidak mencolok<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"115\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Sosial Kependudukan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Perencanaan merupakan aspek penting dalam pembangunan. Perencanaan yang baik tentunya membutuhkan berbagai data untuk menjelaskan kondisi dari suatu wilayah termasuk didalamnya data mengenai kondisi sosial di wilayah tersebut. Data sosial dalam hal ini terkait dengan kondisi kependudukan baik berupa ketenagakerjaan, mata pencaharian, kesejahteraan penduduk, kualitas penduduk maupun beberapa hal yang masih terkait. Penggalian potensi dan masalah dalam bidang sosial di Kalurahan Caturtunggal sebagaimana yang telah dijelaskan didalam metode diperoleh melalui RRA, Indepth Interview, FGD dan pemetaan.<\/p>\n<p>Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang sosial yakni upaya pekerja rendah dan pengangguran tinggi serta pendapatan perkapita masih rendah. Selain itu terdapat beberapa permasalahan lain yang juga banyak dirasakan di beberapa Padukuhan yakni terkait dengan mata pencaharian penduduk serta sumberdaya manusia yang ada.<\/p>\n<p>Dengan demikian dapat diketahui bahwa permasalahan utama dalam bidang sosial kependudukan di Kalurahan Caturtunggal yakni pengangguran yang cukup tinggi. Pengangguran yang ada dapat disebabkan oleh kurangnya keahlian ataupun dikarenakan tidak adanya kemauan untuk bekerja. Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Pengangguran dapat menjadi beban masyarakat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p>&nbsp;&nbsp; Meskipun demikian permasalahan ini bukan tidak dapat dipecahkan. Kalurahan Caturtunggal kaya akan sumberdaya alam yang potensial untuk dikembangkan. Dengan semangat wirausaha dan kreativitas, sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja baru. Selain itu adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha merupakan solusi bagi mereka yang terkendala masalah modal.<\/p>\n<p>Dalam hal ini pemerintah Kalurahan juga memfasilitasi melalui program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait. Untuk lebih jelasnya berbagai permasalahan dan potensi&nbsp; dalam bidang sosial di Kalurahan Caturtunggal dapat dilihat pada tabel berikut ini :<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>7<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Sosial Kependudukan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"568\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>No<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p><strong>Permasalahan<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>1.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Pendapatan perkapita yang masih rendah<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, Bank dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha.<\/p>\n<p>Semangat masyarakat untuk gotong royong tinggi.<\/p>\n<p>Kebersamaan dan kekompakan masyarakat tinggi.<\/p>\n<p>Jumlah penduduk usia produktif yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>Banyaknya lapangan pekerjaan di Caturtunggal.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>2.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Upah pekerja rendah dan<\/p>\n<p>Pengangguran tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.<\/p>\n<p>Angkatan kerja yang ada tidak pilih-pilih untuk bisa berkarya.<\/p>\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lainnya untuk modal usaha.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>3.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>SDM rendah, terutama pada rendahnya kualitas angkatan kerja dan&nbsp; Angkatan kerja yang ada belum sesuai dengan kebutuhan permintaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Tingkat pendidikan masyarakat&nbsp; yang sebagian besar sudah lolos wajib belajar.<\/p>\n<p>Angkatan kerja yang ada tidak pilih-pilih untuk bisa berkarya.<\/p>\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>4<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Masyarakat usia non-produktif banyak<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>KB berjalan mandiri.<\/p>\n<p>Partisipasi pengguna KB tinggi.<\/p>\n<p>Pertumbuhan penduduk rendah<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>5<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Jumlah pengangguran banyak dan sebagian besar adalah penganggur terselubung<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha.<\/p>\n<p>Tersedianya lapangan kerja yang dapat dilakukan secara wirausaha dan swasta<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>6<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Skill\/ keterampilan ibu rumah tangga rendah<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Terdapatnya kader penyuluh PKK di tingkat padukuhan.<\/p>\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.<\/p>\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lembaga lainnya untuk modal usaha.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<p><strong>7<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"217\">\n<p>Tingkat kreativitas usaha relatif rendah<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"199\">\n<p>Terdapatnya kader penyuluh PKK ditingkat padukuhan<\/p>\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.<\/p>\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah,&nbsp; dan lembaga lainnya untuk modal usaha.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"117\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bidang Ekonomi Produktif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;&nbsp; Perencanaan pembangunan sudah selayaknya dicanangkan secara komprehensif mencakup segala bidang. Untuk itu penting pula bagi berbagai pihak terkait dalam proses perencanaan memperhatikan potensi dan permasalahan yang terjadi di wilayahnya terkait bidang ekonomi masyarakat. Dengan mengetahui potensi dan permasalahan dalam bidang ekonomi maka diharapkan dapat disusun upaya pemecahan masalah sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;&nbsp; Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang ekonomi produktif di Kalurahan Caturtunggal antara lain masih adanya pengangguran dan permasalahan modal.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi berbagai permasalahan yang ada maka sebenarnya terdapat berbagai potensi yang dapat dioptimalkan. Potensi yang ada di Kalurahan Caturtunggal terutama dengan banyaknya warga pendatang\/ kost di Kalurahan Caturtunggal untuk di kelola dengan baik, adanya bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik. Selain berbagai permasalahan dan potensi yang telah disebutkan diatas, terdapat berbagai permasalahan dan potensi lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel 4.<\/strong><strong>8<\/strong><\/p>\n<p><strong>Permasalahan dan Potensi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bidang Ekonomi Produktif<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"565\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>No<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p><strong>Masalah<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p><strong>Potensi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p><strong>Lokasi<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>1.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Hampir terdapat Penganguran terselubung 10% dari jumlah penduduk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Jumlah warga usia produktif sangat banyak<\/p>\n<p>Kesempatan\/ lapangan kerja banyak.<\/p>\n<p>Terdapat unit kegiatan masyarakat. UKM di tiap padukuhan<\/p>\n<p>Terdapat industri kecil sehingga mampu menyerap tenaga kerja.<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>2.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Terbatasnya dana untuk pembuatan kesekretariatan UKM dan kelompok tani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Kegiatan di tiap-tiap Padukuhan sudah terjadwal dan sudah rutin dilakukan.<\/p>\n<p>Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi.<\/p>\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<p>Banyak kegiatan peternakan yang dilakukan dalam skala rumah tangga.<\/p>\n<p>Ada perkumpulan tani.<\/p>\n<p>Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian<\/p>\n<p>Terdapat berbagai kegiatan industri kecil<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>3<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Terbatasnya modal usaha<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Pemberdayaan disektor ekonomi tinggi.<\/p>\n<p>Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi.<\/p>\n<p>Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan dan motivasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>4<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Keterbatasan pemilikan lahan, terutama oleh masyarakat lokal<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Penyewaan lahan dari tempat lain<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>5<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Intensitas penyuluhan pertanian yang masih jarang<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Terdapatnya kelompok tani dan peternak sebagai fasilitator utama pengadaan penuluhan pertanian.<\/p>\n<p>Tersedianya tenaga penyuluh di tingkat kecamatan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>6<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Terbatasnya dana dan modal usaha yang dimiliki untuk melakukan kegiatan pertanian, peternakan, dan ekonomi produktif lainnya<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya<\/p>\n<p>Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar (nasioanal) sebagai mitra binaan.<\/p>\n<p>Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>7<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Keterampilan dan skill yang terbatas dari masyarakat, terutama dalam kewirausahaan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Jumlah penduduk usia produktif tinggi.<\/p>\n<p>Adanya pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalurahan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait.<\/p>\n<p>Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>8<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Pendapatan dari sektor pertanian rendah karena biaya produksi yang semakin tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya<\/p>\n<p>Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.<\/p>\n<p>Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan<\/p>\n<p>Adanya pemanfaatan hasil dan sisa pertanian dalam bentuk <em>integrated farming system<\/em><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>9<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Penerapan teknologi pertanian yang masih tradisional dan terbatasnya ketersedian informasi terbaru di bidang pertanian dan peternakan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya penyuluh pertanian, peternakan, di masing-masing kecamatan<\/p>\n<p>Adanya kelompok ternak yang aktif melakukan kegiatan<\/p>\n<p>Adanya penyuluh pertanian, peternakan, di masing-masing kecamatan<\/p>\n<p>Adanya kelompok pertanian yang aktif<\/p>\n<p>Adanya media informasi pertanian yang berkelanjutan dan dikelola oleh pemerintah Kalurahan&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>0<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Pengelolaan limbah hewan ternak belum secara optimal<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lembaga lainnya<\/p>\n<p>Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.Masyarakat, Kader kesehatan<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>1<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Kandang kelompok sudah rusak<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>swadaya masyarakat cukup besar<\/p>\n<p>Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.<\/p>\n<p>Adanya sumber daya alam batu dan pasir untuk pembangunan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>12<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Jenis pekerjaan masyarakat tidak tetap pendapatannya&nbsp; dan Penghasilan rata-rata masyarakat tersebut masih dibawah UMR<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Tingginya minat masyarakat tentang wiraswasta<\/p>\n<p>Ada perkumpulan tani<\/p>\n<p>Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian<\/p>\n<p>Terdapat berbagai kegiatan industri kecil<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">\n<p><strong>1<\/strong><strong>3<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"215\">\n<p>Keterbatasan modal dari warga sehingga belum mampu memciptakan usaha sendiri<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"204\">\n<p>Keinginan masyarakat untuk bekerja sangat tinggi<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"108\">\n<p>20 Padukuhan<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Identifi kasi\/ Penggalian Dari berbagai metode tersebut, maka didapatkan berbagai potensi dan permasalahan yang ada di Kalurahan Caturtunggal sebagai berikut : Bidang Pendidikan Pendidikan merupakan simbol dari Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang berpendidikan merupakan SDM yang berkualitas. Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan, terutama menyangkut masalah biaya sekolah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":360,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/caturtunggalsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}