Kitiran merupakan permainan tradisional legendaris yang keberadaannya saat ini mulai surut peminat. Kitiran merupakan mainan berupa baling-baling yang dapat mengeluarkan suara unik yang dapat dimainkan hanya pada saat musim kemarau. Kitiran terbuat dari bambu atau kayu khusus yang dilengkapi dengan aksesoris berupa tiang dan ‘obal-obal’ yang terbuat dari ‘blarak’ daun kelapa yang berfungsi sebagai penyeimbang.Pada saat tertiup angin kitiran akan berputar, kemudian setelah angin surut akan ‘ngandul’ mengeluarkan suara yang unik. Dahulu anak-anak sampai orang dewasa rela menghabiskan waktu untuk ‘manjer’ atau memasang kitiran bahkan menunggu sampai larut malam di bukit dipasangnya kitiran tersebut.
Alat Pembuat Kitiran
• Bambu dengan ukuran kurang lebih 80 cm,
• Bambu kecil dengan panjang 20 cm,
• Daun kelapa yang telah dikeringkan,
• Kayu sepanjang 2,5 meter,
• Tali,
• Pisau.
Cara Membuat Kitiran
• Potong dan haluskan bambu menggunakan pisau hingga pipih dengan ukuran lebar kurang lebih 7 cm.
• Jemur bambu, untuk mengurangi kadar air dan sekaligus meringankan berat kitiran.
• Lubangi bagian tengah bambu dan masukkan bambu kecil seukuran lubang yang telah dibuat.
• Setelah itu, ikat ujung bambu dengan tiang dan tancapkan tiang ke atas tanah.
• Tiang ini digunakan untuk menyangga kitiran dan menjauhkannya dari jangkauan hewan.
• Terakhir, jangan lupa untuk mengikat daun kelapa yang telah dikeringkan pada ujung atas tiang.
