Identifi kasi/ Penggalian

Dari berbagai metode tersebut, maka didapatkan berbagai potensi dan permasalahan yang ada di Kalurahan Caturtunggal sebagai berikut :

  1. Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan simbol dari Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang berpendidikan merupakan SDM yang berkualitas. Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan, terutama menyangkut masalah biaya sekolah. Sehingga dilema pendidikan sering dialami oleh penduduk tingkat bawah.

Hal ini kemudian memunculkan permasalahan pengangguran, karena sebenarnya mereka merupakan usia produktif. Banyak dari mereka yang hanya bekerja seadanya. Masalah pendidikan yang rendah ini juga berpengaruh terhadap jiwa kewirausahaan. Semakin minim pendidikan seseorang, maka biasanya jiwa kewirausahaannya juga semakin rendah, sehingga sangat sulit untuk membangun perekonomian.

Bidang pendidikan merupakan bagian dari RPJM-Kalurahan karena pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, dalam penyusunan perencanaan pembangunan, perlu memperhatikan berbagai persoalan mengenai aspek pendidikan. Secara makro, kondisi pendidikan masyarakat di Kalurahan Caturtunggal sudah cukup baik. Namun dari hasil observasi dan indepth interview, secara mikro bidang pendidikan di Kalurahan Caturtunggal masih mempunyai banyak masalah. Sebagian besar masalah yang ada adalah mengenai beratnya biaya pendididkan.

Dari berbagai masalah yang ada, dapat dilihat pula berbagai potensi ataupun peluang yang diperkirakan dapat mengatasi masalah yang terjadi. Salah satunya adalah adanya bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), yang diharapkan mampu mengurangi tingkat putus sekolah bagi penduduk miskin. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah pendidikan di Kalurahan  Caturtunggal, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

Tabel 4.3

Permasalahan dan Potensi

Bidang Pendidikan

 

No

Permasalahan

Potensi

Lokasi

1

Banyak Perguruan Tinggi akan tetapi biaya untuk kuliah mahal

Minat unuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi cukup besar

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

Bantuan dana dari donatur

20 Padukuhan

2

Mahalnya program bimbingan belajar

Lahan dan tempat tersedia

Tersedia sumber daya manusia sebagai tentor

20 Padukuhan

3

Perpustakaan Jarang

Lahan dan tempat tersedia .

Bantuan buku dari penerbit.

Swadaya masyarakat.

20 Padukuhan

4

Peraturan tentang jam belajar Masyarakat belum dipatuhi oleh masyarakat

 

Lahan dan tempat tersedia untuk pembuatan papan jam belajar masyarakat.

Partisipasi masyarakat terutama pengurus RT, RW untuk mendukung program.

Adanya jam belajar masyarakat sampai tingkat RT.

20 Padukuhan

5

Sebagian besar warga Masyarakat sampai di tingkat SMA yang mengakibatkan :

Tidak memiliki keahlian khusus

Sulit mendapatkan pekerjaan

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tinggi

Jarak sekolah dengan Padukuhan dekat

 

20 Padukuhan

6

Masalah fasilitas sekolah :

TK    : tempat bermain

SD : sarana dan prasarana (komputer, meja, kursi, papan tulis, perpustakaan)

Kualitas pendidikan cukup baik.

Ada dana dari Komite Sekolah.

 

20 Padukuhan

7

Biaya sekolah : kemampuan masyarakat yang masih tergolong dalam tingkat ekonomi menengah

Partisipasi  dan minat masyarakat yang cukup tinggi

20 Padukuhan

8

Kurangnya kesadaran warga akan arti penting suatu ketrampilan tertentu

Banyak Tempat Kursus

Ada kesempatan

20 Padukuhan

 

  1. Bidang Kesehatan dan Lingkungan

Kesehatan dan lingkungan merupakan dua hal yang sangat terkait erat. Sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi lingkungan yang sehat, kondusif dan nyaman akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Semakin baik kesehatan dan kualitas lingkungan suatu masyarakat maka akan berpengaruh baik juga terhadap kualitas SDM yang ada di dalamnya. Untuk itu penyusunan perencanaan pembangunan perlu memperhatikan berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan masyarakat di dalamnya.

Secara makro, kondisi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Caturtunggal sudah cukup baik. Masalah kesehatan dan lingkungan yang masih banyak dirasakan oleh masyarakat adalah masalah MCK (Mandi Cuci Kakus) dan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah). Karena masih dijumpai beberapa keluarga yang belum mempunyai sarana MCK maupun SPAL. Berbagai masalah dan potensi dari bidang kesehatan dan lingkungan secara lebih rinci dijelaskan dalam tabel di bawah ini :

 

Tabel 4.4

Permasalahan dan Potensi

Bidang Kesehatan dan Lingkungan

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1

Masih ada lokasi/ sudut wilayah yang dibiarkan kotor, air menggenang, kumuh, dan terpelihara

Swadaya masyarakat cukup besar.

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Kerjabakti untuk membersihkan lingkungan

 

20 Padukuhan

 

 

 

 

 

 

 

2

Asuransi kesehatan tidak merata

Adanya puskesmas pembantu

Pengecekan kesehatan di posyandu

20 Padukuhan

3

Beberapa rumah belum memiliki tempat pembuangan dan peresapan limbah + sampah, sehingga membuangnya di SAH (masyarakat kurang sadar lingkungan)

 

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Adanya kemauan untuk membangun saluran pembuangan air limbah.

Program Penyuluhan dari petugas kesehatan.

20 Padukuhan

4

Minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat

Penyuluhan Lingkungan dari Pemerintah Kalurahan

Adanya Penyuluhan dari Kader PKK

Penyuluhan dari kader Posyandu

20 Padukuhan

5

Pemberian gizi balita masih kurang.

Adanya puskesmas pembantu

Pengecekan kesehatan di posyandu

Kader kesehatan puskesmas

Terdapatnya Kader posyandu

20 Padukuhan

6

Pekarangan Rumah Warga Masyarakat belum terjaga kebersihannya

 

 

Kuatnya kegiatan gotong royong.

Adanya penyuluhan dari PKK tentang pemanfaatan lahan untuk TOGA dan warung hidup.

20 Padukuhan

7

Bak sampah belum memenuhi standar kesehatan yang benar

 

 

Adanya semangat masyarakat untuk mengelola sampah organik dan non-organik.

Adanya dorongan dari pemerintah untuk menjaga kebersihan dengan adanya Lomba Bersih Kampung.

20 Padukuhan

 

 

 

 

 

 

8

Masih terdapat penyakit pada balita.

Tidak banyak penduduk yang mendapatkan Askeskin

Biaya kesehatan terjangkau yaitu Rp 5.000,- untuk setiap kali berobat di Puskesmas

Ada penduduk yang mendapatkan Jamsostek.

Banyak praktik bidan dan dekat dengan Puskesmas/ rumah sakit

Kesadaran kesehatan balita tinggi (imunisasi balita, penyuluhan, dll).

20 Padukuhan

 

  1. Bidang Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam suatu wilayah. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat menjadi faktor pendorong majunya suatu wilayah. Oleh karena itu sarana dan prasarana sangat penting untuk menjadi perhatian. Sebagian besar permasalahan di bidang sarana prasarana Kalurahan Caturtunggal yaitu belum baiknya fasilitas jalan yang merupakan denyut nadi utama transportasi meliputi perkerasan serta masih banyak jalan yang perlu di rehabilitasi akibat kerusakan seperti lubang-lubang di jalan. Jalan sebagai sendi utama dalam segala hal terutama dalam memperlancar pergerakan barang, jasa dan orang sehingga nantinya mampu untuk menggerakkan perekonomian Kalurahan.

Jika melihat kondisi di lapangan banyak terlihat jalan yang masih berlubang. Hal ini membawa konsekuensi pada saat musim kemarau jalanan berdebu dan mengganggu aktivitas warga yang akan melewati jalan tersebut.. Selain itu pula dimungkinkan jika musim penghujan datang, maka kondisi jalan akan tergenang air dan sulit untuk dilewati kendaraan bermotor. Tentunya hal ini secara tidak langsung menghambat perekonomian Kalurahan.  Sebenarnya jika melihat potensi yang ada, di Kalurahan Caturtunggal tersedia banyak potensi untuk memecahkan permasalahan tersebut diantaranya adalah kemampuan swadaya masyarakat cukup besar dan bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah disalurkan dengan baik. Adanya potensi yang sangat mendukung ini tentunya harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Kalurahan terutama potensi swadaya masyarakat yang cukup besar.

Untuk lebih jelasnya mengenai masalah pendidikan di Kalurahan  Caturtunggal, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

Tabel 4.5

Permasalahan dan Potensi

Bidang Sarana dan Prasarana

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1

Perlu pembangunan irigasi

 

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal Bagian Timur

2

Saluran irigasi yang sudah ada perlu  perbaikan dan upgrading

 

 

 

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

 

 

 

Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal Bagian Timur

3

Perlu pengerasan dan pembangunan jalan

 

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

 

 

20 Padukuhan

 

 

 

 

 

4

Rehabilitasi dan perbaikan jalan

 

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

20 Padukuhan

 

 

 

 

 

 

 

5

Dibutuhkan pembangunan saluran drainase

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

20 Padukuhan

 

 

 

 

6

Perlu rehabilitasi drainase

 

 

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

 

20 Padukuhan

 

 

 

7

Pembuatan talud

 

Swadaya masyarakat Cukup Besar

Bantuan Dana dari Pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah Disalurkan dengan Baik

Blimbingsari,

Santren,

Mrican,

Ambarukmo, Papringan.

8

Perbaikan talud

 

Swadaya masyarakat dukup tinggi

Blimbingsari,

Santren,

Mrican,

Ambarukmo, Papringan.

 

 

 

9

Pembangunan Masjid/ musholla

 

 

 

 

 

 

 

Swadaya masyarakat cukup besar

Lahan yang tersedia cukup luas

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

 

 

 

 

 

10 Padukuhan

 

 

 

 

 

 

10

Perbaikan  Masjid/ musholla

 

 

Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

20 Padukuhan

 

 

 

 

 

11

Sungai

– Keadaan sungai yang kotor

Sering kali, sungai digunakan untuk pembuangan sampah

Sungai digunakan untuk MCK

Adanya rumah di bantaran sungai

 

 

 

 

 

 

 

Adanya pohon di sekitar sungai untuk mencegah erosi

 

Blimbingsari,

Santren,

Mrican,

Ambarukmo, Papringan.

12

Perlu kegiatan penghijauan

Kurangnya pepohonan di sekitar sungai untuk mencegah Erosi/ Longsor

Sungai tersebut dapat beralih fungsi menjadi perumahan

Blimbingsari,

Santren,

Mrican,

Ambarukmo, Papringan.

13

Belum adanya gudang untuk RW sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat inventaris warga.

Adanya dana swadaya dari manyarakat.

20 Padukuhan

14

Pengelolaan limbah RT masih buruk karena dibuang sembarangan

Lingkungan pedukuhan cukup bersih

20 Padukuhan

 

  1. Bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan

Bidang sosial budaya dan kelembagaan dalam penyusunan draft RPJM Kalurahan Caturtunggal meliputi segala aspek sosial budaya dan kelembagaan yang mendampingi kehidupan masyarakat Kalurahan dalam kesehariannya, lingkungan, dan tradisi. Kalurahan Caturtunggal merupakan Kalurahan yang penuh dengan keragaman potensi sosial budaya dan kelembagaan.

Banyak tersimpan potensi sosial budaya di Kalurahan Caturtunggal. Perspektif budaya masyarakat di Kalurahan ini masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti kenduri/ kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan lainnya.

Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang sosial budaya di Kalurahan Caturtunggal meliputi masih ada kesenjangan sosial dalam masyarakat, kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan,  kurangnya kesadaran akan partisipasi untuk turut merawat bangunan publik/ fasilitas umum, kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya, kurangnya tenaga pengajar untuk TPA.

Sedangkan potensi kelembagaan atau kesejahteraan sosial dapat dilihat dari pemberdayaan kelembagaan yang ada di Kalurahan Caturtunggal, seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan), KPD (Kader Pembangunan Kalurahan) Karangtaruna dan PKK. Melalui lembaga-lembaga tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dengn program-programnya. Adapun jumlah pengurus LPMD Kalurahan Caturtunggal yang tercatat adalah sebanyak 20 orang, Karang Taruna adalah sebanyak 22 orang, Tim Penggerak PKK sebanyak 32, serta Kader PKK sebanyak 60 orang.

Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang kelembagaan di Padukuhan- Padukuhan Kalurahan Caturtunggal meliputi masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif, SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif, kurang terkoordinasikannya kerjasama antar RT / RW dengan KKLPMD, organisasi pemuda kepengurusannya kurang Aktif, kurangnya ilmu mengenai kelembagaan..

Dari berbagai permasalahan sosial, budaya dan kelembagaan, permasalahan yang diangkat menjadi prioritas adalah permasalahan yang paling banyak ditemukan di Padukuhan-Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal, yaitu kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya. Permasalahan tersebut berada hampir dialami di seluruh padukuhan di Kalurahan Caturtunggal. Sedangkan permasalahan prioritas kedua adalah SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif.

Berikut tabel rincian permasalahan dan potensi di bidang sosial, budaya dan kelembagaan di Kalurahan Caturtunggal beserta lokasinya.

Tabel 4.6

Permasalahan dan Potensi

Bidang Sosial Budaya Kelembagaan

 

No.

Masalah

Potensi

Lokasi

1.

Masih ada warga yang kurang peduli terhadap masalah sosial budaya

Adanya organisasi kelembagaan di tingkat padukuhan : PKK, Yasinan, Muda mudi

Adat Istiadat masih ada

Kesenian tradisional masih dijunjung tinggi

Solidaritas tinggi

Gotong royong Bagus

20 Padukuhan

2.

Masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif

Organisasi kelembagaan Perkumpulan PKK, Yasinan, Muda-mudi.

Solidariatas tinggi

Gotong royong bagus

20 Padukuhan

3.

Kurangnya tenaga pengajar untuk TPA

Pembinaan Akhlak dan Budi Pekerti Masih sangat dibutuhkan

20 Padukuhan

4.

Masih ada kesenjangan sosial dalam masyarakat

Organisasi kelembagaan Perkumpulan PKK, Yasinan, Muda-mudi.

Solidariatas tinggi

Gotong royong bagus

Tidak ada keributan dalam padukuh maupun antar padukuhan

20 Padukuhan

5.

SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif

Terdapatnya program pelatihan dan penyuluhan tentang organisasi kepemudaan

Jumlah pengurus yang cukup proporsional

Struktur Pengurus lengkap

Dukungan dari masyarakat

–   20 Padukuhan

6.

Kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan

Minat masyarakat terhadap kesenian tradisional masih cukup tinggi

Adanya program revitalisasi kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten

20 Padukuhan

7.

Kurangnya kesadaran akan partisipasi untuk turut merawat bangunan publik/ fasilitas umum

Terdapat beberapa struktur organisasi dalam masyarakat

Kelompok tani

LPMD

RT/RW

PKK

Takmir Masjid

Adat istiadat lokal masih cukup terjaga (kenduren, mitoni, yasinan, dll)

Diadakannya gotongroyong

Masih tingginya rasa solidaritas warga untuk pembangunan

Adanya seni tradisional Badui

Adanya Qasidahan/ Hadroh/ Sholawatan.

 

20 Padukuhan

8.

Kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya

Adanya sanggar seni

Kesenian bernafaskan Islam masih berkembang

Struktur kelembagaan masyarakat tersusun baik

swadaya masyarakat untuk pembangunan Padukuhan sangat tinggi

20 Padukuhan

9.

Kurang terkoordinasikannya kerjasama antar RT / RW dengan KKLPMD

Adanya Kepengurusan Lengkap,

Sering adanya Rembug Padukuhan sebagai ajang untuk menyerap aspirasi / Pendapat warga

20 Padukuhan

 

10.

Organisasi pemuda kepengurusannya kurang jelas

Kesadaran pemuda untuk berorganisasi cukup tinggi, sudah ada wadah bagi kegiatan pemuda.

Mempunyai solidaritas tinggi

20 Padukuhan

11.

Kurangnya ilmu mengenai kelembagaan.

Perangkat dan sarana Padukuhan lengkap.

Terdapat Dasawisma, PKK, LPMD, RT/RW

Organisasi pemuda kepengurusannya jelas.

Terdapat anggota dari masyarakat yang aktif dalam organisasi formal di tingkat universitas. Yang dapat menularkan  ilmu-ilmu kelembagaan

20 Padukuhan

12.

Sebagian Organisasi pasif

Terdapat organisasi pemuda, PKK, LPMD memfokuskan pada organisir pembangunan Padukuhan

20 Padukuhan

13.

Kegiatan banyak yang langsung diselenggarakan di RT masing-masing

 

Masyarakat relatif kompak

20 Padukuhan

14.

Kadang terdapat konflik dalam pemuda, terutama dengan pemuda di luar Padukuhan

Kultur masyarakat terjaga

Kesenjangan sosial tidak mencolok

20 Padukuhan

 

  1. Bidang Sosial Kependudukan

Perencanaan merupakan aspek penting dalam pembangunan. Perencanaan yang baik tentunya membutuhkan berbagai data untuk menjelaskan kondisi dari suatu wilayah termasuk didalamnya data mengenai kondisi sosial di wilayah tersebut. Data sosial dalam hal ini terkait dengan kondisi kependudukan baik berupa ketenagakerjaan, mata pencaharian, kesejahteraan penduduk, kualitas penduduk maupun beberapa hal yang masih terkait. Penggalian potensi dan masalah dalam bidang sosial di Kalurahan Caturtunggal sebagaimana yang telah dijelaskan didalam metode diperoleh melalui RRA, Indepth Interview, FGD dan pemetaan.

Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang sosial yakni upaya pekerja rendah dan pengangguran tinggi serta pendapatan perkapita masih rendah. Selain itu terdapat beberapa permasalahan lain yang juga banyak dirasakan di beberapa Padukuhan yakni terkait dengan mata pencaharian penduduk serta sumberdaya manusia yang ada.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa permasalahan utama dalam bidang sosial kependudukan di Kalurahan Caturtunggal yakni pengangguran yang cukup tinggi. Pengangguran yang ada dapat disebabkan oleh kurangnya keahlian ataupun dikarenakan tidak adanya kemauan untuk bekerja. Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Pengangguran dapat menjadi beban masyarakat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

   Meskipun demikian permasalahan ini bukan tidak dapat dipecahkan. Kalurahan Caturtunggal kaya akan sumberdaya alam yang potensial untuk dikembangkan. Dengan semangat wirausaha dan kreativitas, sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja baru. Selain itu adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha merupakan solusi bagi mereka yang terkendala masalah modal.

Dalam hal ini pemerintah Kalurahan juga memfasilitasi melalui program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait. Untuk lebih jelasnya berbagai permasalahan dan potensi  dalam bidang sosial di Kalurahan Caturtunggal dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

Tabel 4.7

Permasalahan dan Potensi

Bidang Sosial Kependudukan

 

No

Permasalahan

Potensi

Lokasi

1.

Pendapatan perkapita yang masih rendah

Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, Bank dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha.

Semangat masyarakat untuk gotong royong tinggi.

Kebersamaan dan kekompakan masyarakat tinggi.

Jumlah penduduk usia produktif yang cukup tinggi.

Banyaknya lapangan pekerjaan di Caturtunggal.

20 Padukuhan

2.

Upah pekerja rendah dan

Pengangguran tinggi

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.

Angkatan kerja yang ada tidak pilih-pilih untuk bisa berkarya.

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lainnya untuk modal usaha.

20 Padukuhan

3.

SDM rendah, terutama pada rendahnya kualitas angkatan kerja dan  Angkatan kerja yang ada belum sesuai dengan kebutuhan permintaan

 

 

 

 

Tingkat pendidikan masyarakat  yang sebagian besar sudah lolos wajib belajar.

Angkatan kerja yang ada tidak pilih-pilih untuk bisa berkarya.

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

20 Padukuhan

4.

Masyarakat usia non-produktif banyak

KB berjalan mandiri.

Partisipasi pengguna KB tinggi.

Pertumbuhan penduduk rendah

20 Padukuhan

5.

Jumlah pengangguran banyak dan sebagian besar adalah penganggur terselubung

Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha.

Tersedianya lapangan kerja yang dapat dilakukan secara wirausaha dan swasta

20 Padukuhan

6.

Skill/ keterampilan ibu rumah tangga rendah

Terdapatnya kader penyuluh PKK di tingkat padukuhan.

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lembaga lainnya untuk modal usaha.

20 Padukuhan

7.

Tingkat kreativitas usaha relatif rendah

Terdapatnya kader penyuluh PKK ditingkat padukuhan

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait.

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah,  dan lembaga lainnya untuk modal usaha.

20 Padukuhan

 

  1. Bidang Ekonomi Produktif

   Perencanaan pembangunan sudah selayaknya dicanangkan secara komprehensif mencakup segala bidang. Untuk itu penting pula bagi berbagai pihak terkait dalam proses perencanaan memperhatikan potensi dan permasalahan yang terjadi di wilayahnya terkait bidang ekonomi masyarakat. Dengan mengetahui potensi dan permasalahan dalam bidang ekonomi maka diharapkan dapat disusun upaya pemecahan masalah sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

   Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang ekonomi produktif di Kalurahan Caturtunggal antara lain masih adanya pengangguran dan permasalahan modal.

Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi berbagai permasalahan yang ada maka sebenarnya terdapat berbagai potensi yang dapat dioptimalkan. Potensi yang ada di Kalurahan Caturtunggal terutama dengan banyaknya warga pendatang/ kost di Kalurahan Caturtunggal untuk di kelola dengan baik, adanya bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik. Selain berbagai permasalahan dan potensi yang telah disebutkan diatas, terdapat berbagai permasalahan dan potensi lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.8

Permasalahan dan Potensi

Bidang Ekonomi Produktif

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1.

Hampir terdapat Penganguran terselubung 10% dari jumlah penduduk.

 

Jumlah warga usia produktif sangat banyak

Kesempatan/ lapangan kerja banyak.

Terdapat unit kegiatan masyarakat. UKM di tiap padukuhan

Terdapat industri kecil sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

20 Padukuhan

2.

Terbatasnya dana untuk pembuatan kesekretariatan UKM dan kelompok tani

 

 

 

 

Kegiatan di tiap-tiap Padukuhan sudah terjadwal dan sudah rutin dilakukan.

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi.

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Banyak kegiatan peternakan yang dilakukan dalam skala rumah tangga.

Ada perkumpulan tani.

Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian

Terdapat berbagai kegiatan industri kecil

20 Padukuhan

3.

Terbatasnya modal usaha

 

 

 

 

 

Pemberdayaan disektor ekonomi tinggi.

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi.

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan dan motivasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

20 Padukuhan

4.

Keterbatasan pemilikan lahan, terutama oleh masyarakat lokal

Penyewaan lahan dari tempat lain

20 Padukuhan

5.

Intensitas penyuluhan pertanian yang masih jarang

Terdapatnya kelompok tani dan peternak sebagai fasilitator utama pengadaan penuluhan pertanian.

Tersedianya tenaga penyuluh di tingkat kecamatan

20 Padukuhan

6.

Terbatasnya dana dan modal usaha yang dimiliki untuk melakukan kegiatan pertanian, peternakan, dan ekonomi produktif lainnya

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar (nasioanal) sebagai mitra binaan.

Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan

 

 

20 Padukuhan

7.

Keterampilan dan skill yang terbatas dari masyarakat, terutama dalam kewirausahaan

Jumlah penduduk usia produktif tinggi.

Adanya pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalurahan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait.

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi

20 Padukuhan

8.

Pendapatan dari sektor pertanian rendah karena biaya produksi yang semakin tinggi

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.

Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan

Adanya pemanfaatan hasil dan sisa pertanian dalam bentuk integrated farming system

20 Padukuhan

9.

Penerapan teknologi pertanian yang masih tradisional dan terbatasnya ketersedian informasi terbaru di bidang pertanian dan peternakan

Adanya penyuluh pertanian, peternakan, di masing-masing kecamatan

Adanya kelompok ternak yang aktif melakukan kegiatan

Adanya penyuluh pertanian, peternakan, di masing-masing kecamatan

Adanya kelompok pertanian yang aktif

Adanya media informasi pertanian yang berkelanjutan dan dikelola oleh pemerintah Kalurahan  

20 Padukuhan

10.

Pengelolaan limbah hewan ternak belum secara optimal

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, dan lembaga lainnya

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.Masyarakat, Kader kesehatan

20 Padukuhan

11.

Kandang kelompok sudah rusak

swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Adanya sumber daya alam batu dan pasir untuk pembangunan

 

20 Padukuhan

12.

Jenis pekerjaan masyarakat tidak tetap pendapatannya  dan Penghasilan rata-rata masyarakat tersebut masih dibawah UMR

 

Tingginya minat masyarakat tentang wiraswasta

Ada perkumpulan tani

Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian

Terdapat berbagai kegiatan industri kecil

20 Padukuhan

13.

Keterbatasan modal dari warga sehingga belum mampu memciptakan usaha sendiri

Keinginan masyarakat untuk bekerja sangat tinggi

20 Padukuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *